mencari sempurna [reblog]

Jika saja kamu mencari yang sempurna, kamu tidak akan menemukanku sama sekali. Sekalipun habis waktumu, lelah jalanmu, hingga hilang nafasmu. Kamu tidak akan menemukanku sama sekali.

Kau berteriak mencari-cari padahal aku berada disebelahmu, tapi kamu mencari yang tidak ada disisimu. Sesuatu…

"

Suara bising, ruangan yang menggema suara semakin memekakkan sepasang telinga yang sudah ricuh akibat suara hati sendiri.

Aku berdiri di suatu masa dimana ketidaktahuan adalah tiang-tiang yang kubangun dalam pembicaraan sunyi antara masa depan dan satu titik temu akan masa lalu, dan ketika itu aku telah lupa tentang pencarian yang kulalukan dengan cara menunggu.

Makin lama orang makin ramai melangkahkan kakinya ke banyak tempat yang banyak orang lain tidak mampu mendatanginya, aku memerhatikan teman-teman yang dahulu kuanggap teman kini tak lain adalah musuh-musuhku yang baru. Dalam setiap perjalanan yang kubaca kutemukan ancaman-ancaman baru yang sejujurnya memang tak diarahkan untuk membunuh keberadaanku.

Aku ini apa, mungkin kemarin sore adalah saat orang-orang yang aku inginkan untuk memperhatikanku mulai mengetahui letak posisi duduk favoritku, mendengarkan pembicaraan mereka tentang puncak-puncak gunung baru yang baru saja mereka kotori dengan air besar dan kecil yang membuat mereka kenyang akan pengalaman baru,.

"

Rumah Berdebu

muhammadakhyar:

Tulisan ini adalah karya Samuel Mulia. Terbit di Kompas, 14 September 2014. Satu lagi tentang bahagia.

Berjuta kali saya mengatakan saya ingin berbahagia, dan berjuta kali saya mengucapkan saya adalah manusia yang berbahagia. Namun dua minggu lalu, baru saya sadari bahwa perkataan itu keluar…

Tulisan : Menjalani Hidup Kita Saat Ini

Bagaimana kiranya rasanya menjalani hidup di tempat orang lain, menjalani hidup seperti seseorang yang kita kagumi, memiliki bakat seperti yang dimiliki orang lain, menjalani kuliah di almamater terbaik di negeri ini. Rasa penasaran itu sering muncul dalam hari-hari kita. Setiap mata kita…

Cerpen : Introvert

"Orang-orang seperti kita ini unik, kita sulit nyambung sama orang lain, tapi orang-orang sejenis kita bisa langsung nyaman saat bertemu”, kata perempuan itu.

"Kepada siapa saja kamu bisa bercerita seterbuka ini?", lanjutnya lagi.

"Hmmm bisa dihitung dengan jari", jawabku sambil berusaha…

Peta

muhammadakhyar:

Tulisan ini adalah karya Samuel Mulia. Terbit di Kompas, 31 Agustus 2014. Duh, menua itu…

Entah kenapa, belakangan ini kesehatan saya seperti gempa yang meluluhlantakkan. Setelah kena prostatitis yang tak berkesudahan, serangan alergi pendingin ruangan yang membuat hidung mampet dan susah…

"Aku punya semacam trauma, terhadap kata-kata yang kukeluarkan sendiri. Semakin sering aku berkata, semakin nampak jelas di mataku kebodohanku. Sering, aku berharap tak pernah mengatakan ini dan itu. Jika itu tweet, status, atau blogpost, sesal bisa ditindaklanjuti dengan menghapusnya. Tapi yang telah terucap lisan takkan dapat ditarik kembali. Maka yang dapat kulakukan adalah memperhatikan apa yang akan kukeluarkan dari mulutku dan, mungkin yang lebih penting, menjaga apa yang masuk ke dalam kepalaku."
- (via yasirmukhtar)